Jumat, 23 Desember 2011

Al-Quran Menjawab Hati Yang Bersedih


Kamu sedang bersedih? merasa banyak masalah dan ujian? wah, kamu ga sendiri sob. Banyak yang berfikir seperti itu. Sebagian besar bilang : Ah, itu mah biasa, wajar sebagai manusia kita merasa jenuh, aga berat, dsb. Tapi benarkah begitu? Atau patutkah kita seperti itu? hey, sobat..bangun!! berwudhu, dan baca kitab penunjuk jalan yang terjaga keasliannya sampai hari akhir…Apapun pertanyaan kalian, pasti ada jawabannya dalam Al-Qur’an…terutama saat sedih, seperti di bawah ini..
Manusia Bertanya : Kenapa aku diuji?
Qur’an Menjawab : “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi?” (Lihat QS.Al-Ankabuut : 2).
“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (Lihat juga QS.Al-Ankabuut : 3)
Manusia Bertanya : Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik?
Qur’an Menjawab : “…boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (Lihat QS.Al-Baqarah : 216)
Manusia Bertanya : Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
Qur’an Menjawab : “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya……….” (Lihat QS.Al-Baqarah : 286)

Manusia Bertanya : Bolehkah aku frustrasi ?
Qur’an Menjawab : “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. (Lihat QS.Ali Imraan : 139)
Manusia Bertanya : Bolehkah aku berputus asa ?
Qur’an Menjawab : “…dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (Lihat QS.Yusuf : 87)
Manusia Bertanya : Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?
Qur’an Menjawab : “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung”. (Lihat QS.Ali Imraan : 200)
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’”. (Lihat QS.Al-Baqarah : 45)
Manusia Bertanya : Bagaimana menguatkan hatiku?
Qur’an Menjawab : “….Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal…….” (Lihat QS.At-Taubah : 129)
Manusia Bertanya : Apa yang kudapat dari semua ujian ini?
Qur’an Menjawab : “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan surga – Nya……….” (Lihat QS.At-Taubah : 111)
Subhanalloh,
istiqomah, sobat..
Innalloha ma ana ^^

Kamis, 22 Desember 2011

Perbedaan yang Mendasar Kata AMIN

Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “Amin” yaitu:
arti lafaz آمِّينَ (AMIN)
1) ”A M I N” (alif & mim sama-sama pendek), artinya AMAN, TENTRAM.
2) “A A M I N” (alif panjang & mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN.
3) ”A M I I N” (alif pendek & mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA.
4) “A A M I I N” (alif & mim sama-sama panjang), artinya YA TUHAN, KABULKANLAH DOA KAMI.
Arti kesemuanya bermakna baik, tapi benar atau belum pemakaian kata2 tersebut?
Supaya apa yang kita lafalkan benar dan sesuai dengan arti yang kita inginkan.
Dalam hadits riwayat Muslim :
“Ucapkanlah aamiin, niscaya Allah akan mengabulkan permohonan kamu”
Setiap berdoa dan setelah imam sholat membaca Al Fatihah.
Aamiin mempunyai arti (Yaa ALLAH) kabulkanlah,
Sementara Amin merupakan gelar, yakni yang bisa dipercaya.
Sekedar mengingatkan lagi,
Rasulullah SAW mempunyai gelar Al Amin.
======================================
Hindari Penulisan ASS, ASSKUM, MOHD, MOSQUE, 4JJI, MECCA
Bagi akhy wa Ukhty yang masih suka menggunakan kata …
”Ass, Askum” dalam ucapan salam.
”Mohd” untuk panggilan nama Nabi Muhammad.
”Mosque” untuk panggilan sebuah masjid.
”4JJI” untuk panggilan Allah SWT.
”Mecca” untuk sebutan Mekah.
Gunakan sesuai dengan aturannya yuuuk…
Karena arti dari kata tersebut adalah
Bismillah..
Jika kita seorang Muslim atau Muslimah, alangkah baiknya mengindahkan hal yang mungkin kita anggap kecil tapi besar makna dan pengaruhnya.
*janganlah bilang Mosque tapi Masjid,karena Organisasi islam menemukan bahwa Mosque adalah nyamuk.
*jangan menulis MECCA tapi MEKAH,karena MECCA adalah rumah anggur/bir.
*jangan menulis MOhd tapi Muhammad,karena Mohd,. Adalah anjing bermulut besar.
*jangan menulis 4JJI tapi Allah SWT,karena 4JJI aRtinya for judas Jesus Isa al masih.
*jangan menulis Ass atau Askum dalam salam tetapi Assalammu’alaikum (karena salam adalah doa,atau jika tidak sempat lebih baik tidak sama sekali),karena Ass artinya (maaf) pantat mu, dan Askum artinya
celakalah kamu.
INGAT !!!
ASS = (maaf) PANTATMU
ASKUM = CELAKALAH KAMU
Maka sampaikanlah salam karena itu DOA, minimal Assalamu’alaikum...
Semoga bermanfaat..

PEDOMAN PEMBUATAN KARYA TULIS



SISTEMATIKA KARYA TULIS
Halaman Judul
Halaman Pengesahan
Halaman Kata Pengantar
Halaman Daftar Isi
Halaman Daftar Tabel (jika ada)
Halaman Daftar Gambar (jika ada)
A.    Pendahuluan
1.      Latar Belakang
2.      Tujuan Penulisan
3.      Rumusan Masalah
4.      Pembatasan Masalah
5.      Metode Pengumpulan Data
6.      Waktu Pelaksanaan Observasi
B.     Landasan Teori
C.     Pembahasan
D.    Penutup
1.      Simpulan
2.      Saran-saran
Daftar Pustaka
PENJELASAN SINGKAT
§  Judul dan penentuan masalah
Judul dapat ditetapkan setelah masalah dirumuskan dengan jelas. Judul harus mengacu pada masalah pokok. Masalah dan judul saling berkaitan satu sama lain. Maslah harus dapat memberikan kesan terhadap judul demikian juga sebaliknya, judul harus mencerminkan masalah. Artinya, dalam judul tersirat masalah.
§  Latar Belakang
Latar belakang menjelaskan dasar pemikiran  penulis, mengapa dan bagaimana penulis memilih tema atau topik tertentu. Pertanyaan “mengapa” tentu berkenaan dengan alasan-alasan rasional maupun alasan empiris pentingnya topik atau tema tersebut terpilih, misalnya dikaitkan dengan kepentingan ilmu, kepentingan profesi, kepentingan pendidikan, kepentingan pengembangan ekonomi, atau kepentingan pembangunan pada umumnya. Pertanyaan “bagaimana” berkenaan dengan proses yang ditempuh peneliti sampai menemukan topik atau tema. Tema atau topik dapat diangkat dari kajian teoritis (deduksi) atau bisa pula dari kajian gejala atau peristiwa empris di lapangan (induksi). Hal ini diangkat untuk menjelaskan proses tersebut. Akhiri uraian latar belakang dengan menyatakan .... atas dasar itu penulis mengambil judul....
§  Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah yaitu menetapkan satu atau dua masalah dari kemungkian yang telah diidentifikasi serta ruang lingkupnya.
§  Merumuskan Permasalahan
Permasalahan dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.
§  Merumuskan Tujuan
Rumusan tujuan dalam bentuk pernyataan mengenai makna yang terkandung dalam permasalahan atau tema makalah. Misalnya ...........bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai hubungan kekuasaan seorang pemimpin dengan tugas dan tanggung jawabnya. Tujuan harus dihubungkan dengan permasalahan/tema. Apa tujuan yang diinginkan dengan tema tersebut.
Kalimat “Karya tulis ini disusun untuk memenuhi tugas akhir .......” BUKAN pada Tujuan Penulisan tetapi pada Kata Pengantar.
§  Kerangka Teori dan Pembahasan
Kerangka teori, tinjauan pustaka atau landasan teori, maknanya sama, yakni menguraikan teori keilmuan, prinsip, hukum yang mendasari masalah. Ada baiknya dijelaskan pula hasil-hasil penelitiaan sebelumnya yang relevan dengan permasalahan sehingga memperkuat landasan teori, hukum yang telah disebutkan di atas. Pembahasan isinya menjelaskan jawaban pemecahan masalah berdasarkan hasil pengamatan empiris. Hasil pengamtan empiris ini bisa dibahas dari sudut teoritis swbagai bahan perbandingan dan untuk memperjelas hasil pengamatan.
§  Simpulan
Penulis menarik kesimpulan berdasarkan pembahasan dalam hubungannya dengan jawaban atas dasar pengamatan sesuai dengan permsalahan yang diajukan.
§  Saran-saran
Penulis mengajukan pendapat/saran terhadap hasil pengamatan atau menilai kelemahan-kelemahan gejala, peristiwa, atau proses yang terjadi di lapangan yang diajukan.
§  Daftar Pustaka
Buku referensi yang digunakan dalam membahas makalah  tersebut.


Teknik Penulisan
1.      Ukuran kertas : A4 (8.27 x11.69 inch – 210 x297 mm) dan jumlah halaman 10-15 page. Page Setup pada computer harus disesuaikan
2.      Margin : margin kiri 1.25 inch (31.7 mm), margin kanan 1 inch (25.4 mm), margin atas 1.25 inch dan bawah adalah 1 inch, atau kiri – atas 3.5 cm, kanan – bawah 2,5 cm. Menggunakan spasi (line spacing) 1.5
3.      Jenis dan ukuran huruf : Times New Romans, 12 point
4.      Kata – kata yang bukan bahasa Indonesia, kata asing, bahasa daerah, judul buku, majalah, atau surat kabar, dalam daftar rujukan ditulis dengan huruf miring (Italia)
5.      Tidak boleh ada halaman yang kosong, kecuali pada halaman terakhir tulisan.

Cara Menulis Rujukan (Daftar Pustaka)
Pada daftar pustaka ditulis berturut-turut : (1) nama penulis dengan urutan, nama akhir, nama awal, dan nama tengah tanpa gelar akademik; (2) tahun penerbitan; (3) judul, termasuk anak judul; (4) kota tempat penerbitan; (5) penerbit. Nama penulis terdiri dari dua bagian ditulis dengan urutan nama akhir diikuti koma, nama awal diakhiri dengan titik.
Pada bagian berikut hanya disajikan rujukan yang sering digunakan.
1.      Rujukan dari buku
Nama penulis (titik), tahun terbit (titik), judul buku (cetak miring) diakhiri titik, kota tempat penerbit dan nama penerbit dipisahkan tanda titik dua ( : )
Contoh:
Ekosilo, M. 2003. Sekolah Unggul Berbasis Nilai. Semarang: Effhar
2.      Rujukan dari buku yang berisi kumpulan artikel (ada editornya)
Seperti rujukan dari buku ditambah tulisan (Ed) jika satu editor, dan (Eds) jika lebih dari satu editor. Ditulis dalam kurung nama editornya.
3.      Rujukan dari artikel dalam jurnal
Nama penulis, tahun, judul arikel (ditulis dengan cetak biasa), dan hurf besar pada awal kata kecuali kata tugas. Nama jurnal ditulis dengan cetak miring, dan setiap huruf awal kata ditulis besar, kecuali kata tugas. Bagian akhir ditulis berturut-turut jurnal tahun keberapa, nomor berapa (dalam kurung), dan nomor halaman dari artikel tersebut.
Contoh :
Ekosusilo, M. 2003. Mengupayakan Pendidikan yang Mampu Meningkatkan Produtivitas dan Pertumbuhan Ekonomi. Ilmu Pengetahuan Sosial: Jurnal IPS Pengajarannya. 37 (1): 1-10
4.      Rujukan dari artikel dalam majalah atau koran
Nama penulis, tanggal, bulan, tahun. Judul artikel ditulis dengtan cetak biasa, huruf besar disetiap awal kata kecuali kata tugas. Nama majalah/koran ditulis dengan huruf kecil kecuali pada huruf pertama awal kata, dan dicetak miring. Nomor halaman disebut pada bagian akhir.
Contoh :
Kandyawan, WP. 3 Januari. (2005). Momentum (aksi sosial politik) Solo Pos. Hlm. 4
5.      Rujukan dari lembaga yang ditulis atas nama lembaga
Nama lembaga, tahun, judul karangan (cetak miring), nama tempat penerbitan, dan nama lembaga yang bertanggung jawab atas penerbitan karangan tersebut.
Contoh :
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
6.      Rujukan dari internet
a.       Berupa artikel dari jurnal
Nama penulis, tahun, judul artikel, nama jurnal (cetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), volume dan nomor, diakhiri alamat sumber rujukan disertai keterangan kapan diakses di antara tanda kurung.
Contoh :
Kumaidi. 2004. Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengembangan Tesnya. Jurnal Ilmu Pendidikan, (Online), Jilid 5, Nomor 4 (http://www.malang.ac.id, diakses 20 Juli 2004)
b.      Berupa bahan diskusi
Nama penulis, tanggal. Bulan, tahun, topik bahan diskusi, nama bahan diskusi (cetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online) dan diakhiri dengan alamat e-mail sumber rujukan tersebut disertai keterangan kapan diakses di antara tanda kurung.
Contoh :
Wilson, D. 20 Nopember (1999). Summary of Citing Internet Sitting. NETTRAIN Discussion List, (Online), (NETTRAIN@ubnvm.cc.buffalo.edu, diakses 22 Nopember 1999)
c.       Berupa e-mail pribadi
Naga, Dali S. (ikip-jkt@indo.net.id). 1 Oktober 1997. Artikel Untuk JIP. E-mail kepada Ali Saukah (jipsi@mlg.ywcn.or.id)
d.      Di luar ketiga alamat internet diatas tulis saja alamat website dan tanggal downloadnya.

Demikian, yang dulu pernah saya dapat dan pelajari saat makan bangku SMA (kayak rayap.... :D). Untuk sumber kurang jelas, ini contoh pedoman pembuatan karya tulis waktu SMA yang saya ketik ulang dan saya share kepada teman2.. :-)

Selasa, 06 Desember 2011

Kisah inspiratif dari seberang "Maafkan aku Ibuku"

Saat engkau hadir di dunia ini, Ibu mendekapmu erat dalam hangat peluknya.
Engkau mensyukurinya dengan menjerit sekencang mungkin.

Saat engkau berumur 1 tahun, Ibu menyusui dan memandikanmu.
Engkau mensyukurinya dengan tangisanmu yang membangunkannya di tengah malam.

Saat engkau berumur 2 tahun, Ibu melatihmu berjalan.
Engkau mensyukurinya dengan berlari menjauh saat Ibu memanggil.

Saat engkau berumur 3 tahun, Ibu membuatkan bubur untukmu dengan penuh cinta.
Engkau mensyukurinya dengan membanting mangkokmu ke lantai hingga berceceran.

Saat engkau berumur 4 tahun, Ibu memberimu pensil warna.
Engkau mensyukurinya dengan mencoreti permukaan meja makan.

Saat engkau berumur 5 tahun, Ibu memakaikan pakaian terbaik untukmu dan mengajakmu jalan-jalan. Engkau mensyukurinya dengan meloncat-loncat di atas genangan lumpur yang kau jumpai.

Saat engkau berumur 6 tahun, Ibu memasukkanmu ke sekolah dasar.
Engkau mensyukurinya dengan berteriak, "AKU TIDAK MAUU !!"

Saat engkau berumur 7 tahun, Ibu membelikanmu bola sepak.
Engkau mensyukurinya dengan menyepaknya kuat-kuat hingga memecahkan kaca jendela tetanggamu.

Saat engkau berumur 8 tahun, Ibu membelikanmu es krim.
Engkau mensyukurinya dengan menumpahkannya ke pangkuanmu.

Saat engkau berumur 9 tahun, Ibu membayarkan kursus piano untukmu.
Engkau mensyukurinya dengan tak pernah serius berlatih.

Saat engkau berumur 10 tahun, Ibu mengantarkanmu bermain bola, berolahraga dan ke pesta ulang tahun temanmu.
Engkau mensyukurinya dengan melompat keluar dari mobil tanpa berpamitan.

Saat engkau berumur 11 tahun, Ibu mengajak engkau dan temanmu ke bioskop.
Engkau mensyukurinya dengan menyuruh Ibu duduk di barisan yang berbeda.

Saat engkau berumur 12 tahun, Ibu mengingatkanmu untuk tidak menonton acara TV tertentu.
Engkau mensyukurinya dengan menunggu hingga Ibu keluar rumah.

Belasan tahun kemudian,

Saat engkau berumur 13 tahun, Ibu menyuruhmu memotong rambut.
Engkau mensyukurinya dengan mengatakan bahwa Ibu tidak mengerti mode.

Saat engkau berumur 14 tahun, Ibu membayarkan kemah remaja selama sebulan untukmu.
Engkau mensyukurinya dengan tak pernah menceritakan kabarmu selama itu.

Saat engkau berumur 15 tahun, Ibu pulang dari kantor, mencari pelukanmu.
Engkau mensyukurinya dengan menutup dan mengunci pintu kamarmu.

Saat engkau berumur 16 tahun, Ibu mengajarkan padamu cara mengendarai mobil.
Engkau mensyukurinya dengan memakai mobil setiap ada kesempatan.

Saat engkau berumur 17 tahun, Ibu menunggu telepon penting.
Engkau mensyukurinya dengan bertelepon ria sepanjang malam.

Saat engkau berumur 18 tahun, Ibu menangis haru pada hari kelulusanmu.
Engkau mensyukurinya dengan berpesta pora bersama temanmu hingga fajar menjelang.

Ketika tubuh ibumu bertambah lemah, semakin tua ...

Saat engkau berumur 19 tahun, Ibu membayari biaya kuliahmu, mengantarkanmu ke kampus dan membawakan barang-barangmu.
Engkau mensyukurinya dengan berpamitan sedemikian rupa, agar tak nampak Ibu memelukmu di depan teman-temanmu.

Saat engkau berumur 20 tahun, Ibu bertanya sudahkah engkau mempunyai pacar ?
Engkau mensyukurinya dengan menjawab, "Bukan urusanmu."

Saat engkau berumur 21 tahun, Ibu menyarankanmu bekerja di bidang ini-itu kelak.
Engkau mensyukurinya dengan menjawab, "Aku tidak mau seperti Ibu."

Saat engkau berumur 22 tahun, Ibu memelukmu saat tibanya hari wisudamu.
Engkau mensyukurinya dengan minta hadiah tur ke Eropa.

Saat engkau berumur 23 tahun, Ibu memberikan perabotan untuk rumah kontrakanmu.
Engkau mensyukurinya dengan mengatakan pada temanmu, perabotan itu jelek.

Saat engkau berumur 24 tahun, Ibu bertemu dengan pacarmu dan menanyakan rencana pernikahanmu. Engkau mensyukurinya dengan melotot dan menggeram, "Ibuu ... nantilah !"

Saat engkau berumur 25 tahun, Ibu membantu biaya pesta pernikahanmu dan Ibu menangis bahagia, serta mengatakan betapa besar cintanya padamu.
Engkau mensyukurinya dengan pindah ke luar kota.

Saat engkau berumur 30 tahun, Ibu memberi nasihat untuk perawatan anak-anakmu.
Engkau mensyukurinya dengan menjawab, "Sekarang zamannya sudah beda."

Saat engkau berumur 40 tahun, Ibu menelponmu dan mengingatkan akan acara perkumpulan keluarga. Engkau mensyukurinya dengan mengatakan bahwa engkau benar-benar sibuk sekarang.

Saat engkau berumur 50 tahun, Ibu jatuh sakit dan membutuhkan engkau untuk merawatnya.
Engkau mensyukurinya dengan menceritakan kisah orang tua yang menjadi beban bagi anak-anaknya.

Hingga kemudian, di suatu hari, Ibu meninggal.

Dan segala sesuatu yang tak pernah kau baktikan untuk Ibu setulusnya, menjelma menjadi penyesalan yang menyiksa dirimu seumur hidup, menghujam sampai lubuk hatimu bak halilintar.

Semuanya sudah terlambat.
Kini setiap saat tinggalah penyesalanmu "Maafkan aku ibuku"

-----------------------------------------------------------

Sebuah renungan terjemahan dari salah satu buku di Amerika.
Semoga Bermanfaat.